Jumat, 25 Maret 2011

Berteman dengan Orang Orang Soleh

    1. 68. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
      69. Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.

    2. 13. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.
    3.  113. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim[740] yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

      [740]. Cenderung kepada orang yang zalim maksudnya menggauli mereka serta meridhai perbuatannya. Akan tetapi jika bergaul dengan mereka tanpa meridhai perbuatannya dengan maksud agar mereka kembali kepada kebenaran atau memelihara diri, maka dibolehkan.
    4. 28. Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas
    5.  56. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah[423] itulah yang pasti menang.

      [423]. Yaitu: orang-orang yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya.


  • Sahabat Abi Musa ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:
     "Perumpamaan duduk bersanding orang saleh dengan duduk
     bersanding orang zhalim ibarat duduk bersanding penjual minyak wangi 
    dengan duduk. bersanding tukang besi (tukang pande). 
    Bila kamu mendekati penjual minyak wangi bo­leh jadi 
    dia memberikan minyaknya kepadamu sebagai promosi, 
    atau bahkan kamu ingin membelinya, atau minimal kamu 
    dapat mencium bau wangi yang semerbak. Sebaliknya bila kamu 
    men­dekati tukang besi boleh jadi bajumu akan terbakar 
    karena jilatan api, atau kamu akan mendapatkan 
    bau bacin yang membosankan." (HR. Bukhari dan Muslim).




  • 1 komentar: